Introvert Blogger
Selasa, 29 Januari 2019
Penikmat Luka
Ada berjuta baris kata yang tak mampu untuk bibir ucapkan
Namun masih mampu dirangkai oleh jemari
Aku biarkan diriku bersahabat dengan kertas dan pena
menuliskan bait-bait tentangmu dan disaksikan oleh semesta
Tuan
Kan ku berikan kepercayaanku untukmu
Ku harap, kamu tak menyia-nyiakannya
Ku harap, kamu bisa menjaga hati dan matamu
Ku harap, kamu selalu mengingat
bahwa ada aku disini yang selalu menanti mu
Tuan
Orang baru memang terlihat lebih menarik
Tapi, ku harap kamu tak seperti itu
Kau sudah tau fakta tentang aku yang mencintaimu dengan sangat
Lalu kau merasa dunia mu sudah damai?
Seolah tidak masalah jika kau datang lalu pergi semau mu
Sebab aku tak akan kemana-mana
Tuan
Kau memang sering bersikap seperti ini atau hanya kepada ku saja?
Argh...
Aku seperti gadis bodoh rasanya,
mengetahui bahwa kau hanya menginginkan ku jatuh cinta padamu tanpa niat kau balas
Aku benci merindu,
tetapi hati ku selalu menghangat
jika ingat tentang mu
Terkadang aku menertawai nasib,
tapi terkadang pula aku meratapi kepergian mu
Aku ingin berlabuh kepadamu
Tapi bagaimana bisa,
sedangkan pelabuhan mu sudah terisi olehnya
Hai tuan
Benarkan apa yang ku ucapkan?
Suatu saat kita pasti akan berpisah
Entah karena aku yang sudah lelah dengan sikap tidak peduli mu
Atau kadaluarsa nya cinta yang kau berikan padaku
Aku pun tidak tau mengapa kita berpisah
Dan kau tau tuan?
Aku sudah lama menanti kerinduan gila ini
Tapi tuan malah pergi begitu saja dengan puan baru mu
Semoga tuan bahagia dengan puan baru yang tuan punya
Kau tau tuan,
Hati ini masih ingin menetap
Walau kaki kita sudah di jalan yang beda
Hati ini masih menginginkanmu
Masih menangis
Setiap ingat perasaan itu
Aku mencoba mengalihkan pikiranku
Nyatanya aku gagal tuan,
Aku gagal
Aku gagal melupakanmu
Aku masih terjebak
Di dalam ruang perasaan kita
Aku ingin pergi
Aku ingin lepas
Nyatanya hati ku berkata lain
Jika begini
Aku harus bagaimana tuan?
Sedangkan kau sudah terus berjalan
Meninggalkan ku
Aku ingin menghapus perasaan ini
Siap saja tolong aku!
Langganan:
Komentar (Atom)
